Andalah Yusuf Dari Mimpi Itu


Dan ia menaikkan kedua ibu-bapaknya ke atas singgasana. Dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud. Dan berkata yusuf Wahai ayahku inilah tabir mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Rabbku telah menjadikannya suatu kenyataan.. (QS Yusuf :100)
Itulah adegan terakhir dalam kisah dramatis Yusuf Menggapai Mimpi. Salah satu kisah dalam Al-Quran yang berhasil menyabet predikat Ahsanal Qoshos (The Best Story).
Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Quran ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (kami mewahyukan)nya adalah termasuk orang yang belum mengetahui (QS Yusuf :3)
Kisah ini dibuka dengan sebuah dialog antara Yusuf kecil dengan ayahnya Yaqub tentang mimpi besarnya, tunduk sebelas bintang, matahari dan bulan dihadapannya.
(Ingatlah) ketika Yusuf berkata kepada ayahnya : wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas buah bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku. (QS Yusuf :4).
Mungkinkah?
Melihat adegan demi adegan berikutnya, rasanya tidak mungkin Yusuf akan berhasil mewujudkan mimpinya. Persekongkolan jahat antara syetan dan saudaranya telah merubah arah perjalanan hidup yusuf dan menyimpangkan langkahnya menuju impian. Setelah itu hanya penderitaan demi penderitaan yang menemani hari-harinya.

Dipisahkan secara paksa dari orang-orang yang dicintai dan mencintainya, terkurung di kegelapan dasar sumur tua, menjadi budak yang diperjual belikan dipasar. Itulah urutan urutan berikutnya dari perjalanan hidup Yusuf yang sampai akhirnya dia dibeli oleh seorang bangsawan Mesir untuk dijadikan pelayan dirumahnya. Yusuf tumbuh menjadi seorang lelaki dewasa yang sempurna ketampanannya laksana malaikat yang mulia. 
Dan mereka berkata : maha sempurna Allah. Ini (Yusuf) bukanlah manusia. Sesungguhnya ubu tidak lain hanyalah malaikat yang mulia. (QS. Yusuf : 31)
Ternyata penderitaan belum berakhir, ketampanannya justru kemudian mengantarkannya kepuncak penderitaan. Dijebloskan ke penjara yang pengap tanpa salah. Dimana mimpinya dahulu? Apa yang bisa dilakukan Yusuf dalam penjara untuk mewujudkan mimpinya?

Luar biasa, dalam puncak deritanya justru Yusuf mampu menemukan dan mengasah potensi diri, dia mampu menemukan titik terkuatnya. Maka meskipun samar dan tersembunyi celah keberuntungan mulai menghampiri Yusuf. Prestasi kecil yang ia peroleh ketika menjawab problem yang dihadapi dua temannya dalam penjara menjadi The Turning Point menuju impian, walaupun dia harus masih menunggu beberapa tahun lagi. Tapi Yusuf tidak putus asa, dia tetap berusaha dan berusaha meningkatkan kompetensi sir walaupun berada di balik penjara yang pengap. 



Akhirnya saa itu tiba, peluang besar terkuak dan tidak ada seorangpun yang mampu mengambilnya kecuali Yusuf. Maka dari balik penjara yang dingin, dia berjalan ke istana yang hangat dan megh mengambil peluang besar tersebut sambil berkata:
Jadikan aku bendaharawan negara (mesir) ; sesungguhnya aku adalah orang yang pandai lagi berpengetahuan. 
Jalan menuju impian semakin terkuak lebar dihadapan yusuf, deritanya tak lagi mampu menahan langkah yusuf untuk meraih takdir yang diimpikannya semasa kecil; sebelas bintang, bulan dan matahari bersujud dihadapannya. Dengan air mata berlinang Yusuf merayakan kemenangannya sambil bersimpuh dan menengadahkan ke dua belah tangannya kemudian dengan suara lirih berkata :
Ya tuhanku, sesungguhnya engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebagian ta'bir mimpi. (Ya tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah pelindungmu di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabung kan lah aku dengan orang-orang yang saleh (QS Yusuf :101).
Ini bukan cerita pengantar tidur, bukan pula kisah dari negeri antah berantah. Tapi sebuah pelajaran tuhan yang mengguncang pikiran, menjungkir balikkan paradigma, menyengat perasaan dan membakar jiwa. Sebuah taujih Rabbani yang akan menghapuskan kata tidak bisa dalam kamus kehidupan, membuang kata tidak mungkin dalam catatan harian. Sebuah penawar ilahi di saat duka dan putus asa.

Mimpi kan lah keberhasilan anda sekarang, pilihlah jalan yang paling sulit untuk dilalui, panjatlah gunung yang paling terjal untuk didaki, ambil laut terdalam untuk diseberangi, kemudian bersabarlah sebentar maka yakinlah jalan menuju impian itu akan terkuak lebar dihadapan Anda. Terakhir jangan lupa rayakan kemenangan anda dengan ledakan rasa syukur, guyuran air mata ikhlas, dan rintihan doa pada Sang Pembuat Takdir dari mimpi-mimpi kita.

Sekarang ambillah buku harian anda, tulislah tebal-tebal dengan huruf paling besar tentang Mimpi Anda, yakinkan hati anda akan mampu meraihnya, kemudian bersabarlah dan berjuanglah, maka ANDALAH YUSUF DARI MIMPI ITU.

Source : Buku Lentera Hikmah